Menu

Tewas Akibat Ledakan Mortir

Mortir yang Tidak Aktif, Digunakan sebagai Tungku. (Dok. Istimewa)

 

hariansuara.com, Ambon - Seorang wanita di Desa Ngaibor, Kecamatan Aru Selatan, Kabupaten Kepulauan Aru dilaporkan tewas akibat terkena serpihan mortir peninggalan Perang Dunia II yang meledak.

 

Warga Aru, Jumat, menyebutkan ibu rumah tangga tersebut menggunakan mortir yang sudah menjadi besi tua untuk membuat tungku sebagai tempat memasak.

 

"Biasanya warga menggunakan tiga buah batu untuk meletakkan panci atau kuali dan memasak. Korban menyangka bom mortir peninggalan PD II ini tidak lagi aktif sehingga dijadikan tungku," terang seorang warga.

 

Kabid Humas Polda Maluku, AKBP Richard Tatuh membenarkan adanya peristiwa ledakan bom mortir di Desa Ngaibor pada Kamis, (13/7) sekitar pagi hari.

 

"Kami juga sudah dikonfirmasi sejumlah media namun laporan rinci mengenai kejadian itu dari Polres Kepulauan Aru masih diproses," kata Kabid Humas.

 

Desa Ngaibor dan beberapa desa lain di pesisir selatan Kepulauan Aru yang memiliki teluk Marfenfen yang sangat panjang dan strategis untuk wilayah pertanahan sehingga pernah dipakai bala tentara Jepang dalam PD II sebagia basis pertahanan.

 

Di sekitar kawasan itu masih terdapat bekas lapangan terbang yang pernah dibangun tentara Jepang, markas militer, serta rongsokan mobil-mobil truk tua yang biasa dipakai mengangkut pasukan atau persenjataan dan perbekalan perang. (*)


+ 0
+ 0

Terkini

Politik

Hukum & Peristiwa

FOTO

HARIANSUARA TV

United Kingdom Bookmaker CBETTING claim Coral Bonus from link.

SPORT