Menu

Ramadhan Bersama Euromoslim di Amsterdam

  • Editor Gilang Mahargya Prihandoko
  • Kategori: Diaspora
  • Dilihat: 574 kali

hariansuara.com, Amsterdam - Musim panas di Eropa dengan waktu siangnya lebih panjang dari waktu malam merupakan tantangan berat bagi kaum muslimin yang hendak melaksakan kewajiban puasa di bulan Ramadhan. Super berat, karena waktu Maghrib pada Juni sekitar pukul 10 malam dan imsak kurang lebih pukul 3 dini hari. Berarti, lama puasa sehari mencapai 19 jam!

 

Namun, sudah niat berpuasa Ramadhan, hal ini sama sekali tidak melemahkan iman kaum Muslimin. Sebaliknya, bertambah semangat melaksanakannya, mengharapkan pahala dari Allah yang tidak sedikit. Salah satu yang menjadi daya tarik Ramadhan bagi kaum Muslimin, terutama di Kota Amsterdam adalah shalat Tarawih bersama masyarakat Indonesia yang tergabung dalam organisasi Euromoslim.

 

Shalat Tarawih sehari-hari dihadiri minimal oleh 700 jamaah dari berbagai suku bangsa dan pada malam-malam tertentu, terutama malam ganjil bisa dua kali lipat lebih. Dengan jumlah jamaah sebanyak ini, Euromoslim bekerja sama dengan Pemerintah Kota setempat agar penyelenggaraan shalat Tarawih berjalan lancar.

 

Euromoslim harus menyewa gedung lain yang lebih besar, karena gedung Euromoslim terlalu kecil untuk dapat menampung jamaah yang besar. Tahun ini Euromoslim menggunakan gedung olahraga besar yang disewa khusus untuk kegiatan Tarawih selama Ramadhan. Umumnya jauh-jauh hari menjelang Ramadhan, masyarakat muslim Amsterdam sudah bertanya-tanya, di mana lokasi Tarawih yang akan diselenggarakan oleh Euromoslim.

 

Adalah Ustadz Khoirul Muttaqin yang mengharumkan nama Indonesia di kalangan masyarakat Muslim Amsterdam. Saat Tarawih Sang Hafidz Qur’an tersebut membaca ayat-ayat suci Al Quran dengan khidmat, tidak terburu-buru dan sesuai kaidah tartill. Walau shalat Tarawih di sini memakan waktu lebih lama dibandingkan masjid-masjid lain di Amsterdam, para jamaah tertib mengikuti shalat Tarawih dan menikmati lantunan indah ayat-ayat suci. Sungguh, merupakan daya tarik tersendiri.

 

Sejak Ramadhan 2005 Ustadz Khoirul Muttaqin pun diundang khusus menjadi Imam sebulan penuh Ramadhan. Boleh dibilang, Ustadz Khoirul Muttaqin bukan milik masyarakat Indonesia saja, melainkan warga Amsterdam. Tidak heran bila aneka pengumuman sebelum dan selama Tarawih berlangsung umumnya disampaikan dalam Bahasa Belanda dan Arab. Warga muslim Indonesia sama sekali tidak minder akan hal ini, sebaliknya merasa bangga dan menganggap ini sebagai kontribusi positif kepada masyarakat Amsterdam.

 

Salat Tarawih Berjamaah Warga Euromoslim Amsterdam. (Dok. Euromoslim)

 

Tali silaturahmi antarwarga Muslim Amsterdam dengan saudara seiman di Indonesia juga terus terjalin di luar Ramadhan. Euromoslim Amsterdam turut berpartisipasi membangun Pondok Pesantren Madinatul Qur’an yang dikelola Ustadz Khoirul Muttaqin di Depok, Jawa Barat. Secara rutin mereka bantu membiayai anak-anak Yatim (Piatu) asuhan Pondok Pesantren tersebut.  

 

Kegiatan selama Ramadhan, selain shalat Tarawih, Euromoslim juga menggelar  pengajian-pengajian, baik untuk kaum bapak dan ibu dalam bahasa Indonesia, serta pengajian khusus untuk mualaf dan remaja dalam Bahasa Belanda. Organisasi Euromoslim juga membina para mualaf untuk semakin mendalami agama Islam, bahkan di antara mualaf  binaannya telah mampu berdakwah secara mandiri kepada mereka yang berbahasa Belanda. Ustadz Ronald, di antaranya, mualaf binaan Euromoslim yang aktif berdakwah di kalangan bangsa Belanda.

 

Pengajian Berbahasa Belanda yang Diberikan oleh Ustadz Ronald. (Dok. Euromoslim)

 

Kegiatan lain yang tak kalah penting selama Ramadan adalah berbuka bersama. Setiap hari Masjid At-Taqwa yang dikelola Euromoslim membagikan takjil. Para ibu setempat secara bergiliran memasak hidangan berbuka untuk disajikan dan dinikmati bersama di Masjid At-Taqwa. Tak heran jika menu masakannya beragam. Ada masakan Indonesia, tetapi juga aneka masakan bercita rasa khas dari bangsa lain. Judulnya, saling mencicipi masakan internasional. Masjid At-Taqwa juga menyediakan makan sahur bagi jemaah yang melakukan iktikaf.

 

Suasana Buka Bersama di Masjid At-Taqwa Euromoslim. (Dok. Euromoslim)

 

Suasana Keakraban saat Berbuka Puasa. (Dok. Euromoslim)

 

Sekilas Tentang Organisasi Euromoslim

 

Euromoslim merupakan organisasi masyarakat muslim di kota Amsterdam yang dikelola oleh masyarakat Indonesia dan Belanda, dengan ciri kuatnya yang condong ke latar belakang budaya Indonesia. Aktivis organisasi terdiri dari para sukarelawan. Hanya imam tetap dan petugas kebersihan yang mendapatkan honor.

 

Cikal bakal organisasi ini terbentuk sejak 1970-an, namun sempat berganti nama dan bentuk hingga ahirnya diresmikan dengan nama Euromoslim pada Sabtu, 21 Mei 2011. Hadir pada peresmian tersebut Wakil Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda kala itu, Umar Hadi, perwakilan organisasi Muslim Indonesia di Belanda, perwakilan pemerintah Kota Amsterdam, dan tentunya warga muslim di sekitarnya. Saat ini organisasi Euromoslim diketuai oleh seorang mualaf yaitu J.P. Zeeman atau nama Islamnya, Faisal Rizqi.

 

Kegiatan organisasi Euromoslim yang terutama adalah dakwah Islam sesuai teladan Rasulullah SAW. Di samping menggelar kegiatan Ramadhan, Euromoslim juga menyelenggarakan kegiatan rutin, mulai dari shalat Jumat sampai pengajian setiap Ahad. Ramai umat yang menghadiri pengajian yang terdiri dari balita, anak-anak, remaja, orang tua hingga para mualaf. Anak-anak belajar membaca Al-Qur’an, sedangkan yang dewasa dan orang tua mendengarkan kajian dalam bahasa Indonesia. Dan para mualaf belajar Islam dalam bahasa Belanda. Pengajian ini sifatnya terbuka sehingga masyarakat muslim di sekitar masjid pun dapat belajar mengaji dan mendengarkan kajian Islam.

 

Selain itu untuk meningkatkan pengetahuan agama untuk masyarakat Indonesia, setiap tahun Euromoslim juga mengundang penceramah dari Indonesia yang memberikan kajian intensif dengan tema tertentu selama sekitar 2 minggu. Gedung kegiatan Euromoslim, yang dibeli secara gotong royong, memiliki luas sekitar 700 m2. Gedung kegiatan ini terdiri dari ruangan shalat sebagai ruang utama, beberapa ruang belajar, dapur dan toilet. Ruang shalat juga berfungsi sebagai Masjid At-Taqwa yang mampu menampung maksimal sekitar 300 orang jamaah. 

 

Gedung Kegiatan Euromoslim dan Masjid At-Taqwa. (Dok. Euromoslim)

 

Bagi yang berniat mengerjakan ibadah haji dan umrah, Euromoslim pun mengorganisasi perjalanan haji dan umrah. Bahkan kegiatan haji dan umrah yang diselenggarakan oleh Euromoslim termasuk yang terbaik, karena para jemaah diberikan manasik secara intensif dan berkali-kali, sehingga peserta haji dan umrah dapat mandiri beribadah. Namun, demi lancarnya ibadah, jemaah haji atau umrah Euromoslim tetap mendampingi jamaah dengan seorang pembimbing. Alhamdulillah mayoritas jamaah puas dengan penyelenggaraan haji dan umrah dari Euromoslim, sehingga semakin meningkat dengan peserta dari berbagai suku bangsa. 

 

Guna mempererat persaudaraan Euromoslim, setiap tahun juga menyelenggarakan kegiatan Sport Day dan Bazaar. Acara ini diisi dengan berbagai kegiatan sport dan penjualan berbagai hidangan khas Indonesia, seperti sate, gado-gado, cendol dll. Bazaar ini juga merupakan ajang silaturahmi dengan suasana yang lain karena acara ini diselenggarakan di taman terbuka.  Khusus untuk anak-anak dan remaja Euromoslim juga menyelenggarakan acara tamasya bersama, misalnya ke Disneyland.

 

Kegiatan-kegiatan simpatik seperti itu tentu menarik perhatian non-Muslim sehingga, Alhamdulillah, kehadiran organisasi dakwah ini sangat membantu mualaf dalam menyatakan niatnya memeluk agama yang dirahmati Allah SWT. Rata-rata sebulan sekali ada saja yang menyatakan dua kalimat syahadat melalui organisasi Euromoslim. Kepada setiap mualaf, Euromoslim memberikan secarik “sertifikat” yang menyatakan bahwa yang bersangkutan telah mengucapkan dua kalimat syahadat. Selain itu mereka juga diberi hadiah sebuah Al-Quran berbahasa Belanda dan dianjurkan untuk menghadiri kajian Islam dalam bahasa Belanda setiap hari Ahad.

 

Islam sebagai agama Rahmatan lil Alamin, kehadiran Euromoslim yang berlatar belakang budaya Indonesia, telah memberi warna tersendiri dalam dakwah Islam di Negeri Kincir Angin ini. Di tengah gencarnya publikasi negatif tentang Islam di Eropa secara umum, Euromoslim justru berusaha menampilkan dan memberikan wajah Islam yang damai dan manusiawi. Karena itu umat Islam tetap berusaha menjalin hubungan baik dengan masyarakat di sekitar masjid. Pemerintah setempat serta tentunya Euromoslim selalu menjaga hubungan baik dengan KBRI di Den Haag.

 

Euromoslim/Masjid At-Taqwa dapat dijangkau dengan mudah melalui Tram No 17 langsung dari sentral stasiun Amsterdam. Alamat Euromoslim di Ekingenstraat No 3-7 Amsterdam dengan alamat website https://www.euromoslim.org/. Bagi Anda yang kebetulan singgah di Amsterdam, jangan lewatkan mengunjungi kami di Euromoslim. (Widoyoko/Sekretaris Euromoslim Amsterdam)


KABAR KBRI

FOTO

HARIANSUARA TV

United Kingdom Bookmaker CBETTING claim Coral Bonus from link.

SPORT