Menu

 

Masih Gelap Identitas Penjual Tulisan Tangan Mao

Mantan Pemimpin China Mao Zedong. (Dok. Istimewa)

 

hariansuara.com, Beijing - Identitas penjual koleksi tulisan tangan mantan pemimpin China Mao Zedong yang laku senilai 704.750 pound sterling (903.066 dolar AS) di pasar lelang London, Inggris, masih gelap.

 

Catatan itu ditulis pada 1975 atau satu tahun sebelum meninggalnya Mao. Dan ditujukan untuk seorang profesor yang direkrut mantan pemimpin revolusi komunis China tersebut.

 

Tulisan tangan tersebut terjual di pasar lelang Sotheby's di London setelah melalui 10 kali putaran penawaran harga. Demikian koran milik partai berkuasa di China itu di Beijing, Kamis.

 

Pembelinya ternyata seorang kolektor dari China seperti dilaporkan oleh BBC.

 

Liu Yang, pengacara spesialis benda-benda peninggalan budaya yang ditugasi menyelamatkan benda peninggalan China di luar negeri mengatakan bahwa barang-barang peninggalan Mao sangat penting bagi sejarah China. Dan hanya bisa dimiliki oleh pemerintah China setelah yang bersangkutan meninggal.

 

Liu menganggap penjualan benda bersejarah di pasar lelang tersebut sebagai tindakan ilegal. Begitu tulis The Global Times.

 

Seorang pakar lelang buku dan manuskrip sebagaimana dilaporkan BBC mengatakan bahwa naskah yang ditulis sendiri oleh Mao merupakan barang langka. Sehingga sangat sulit ditaksir harganya pada pembukaan lelang.

 

Tingginya harga lelang bisa meningkatkan popularitas selebritas surat dan catatan di pasar lelang.

 

Catatan pesan yang ditulis mantan Perdana Menteri China Zhou Enlai kepada mantan pemimpin China Deng Xiaoping yang berisi 14 karakter Mandarin telah laku senilai 862.500 RMB (Rp 1,68 miliar) di pasar lelang Shaoxing, Provinsi Zhejiang, pada 2015.

 

"Harga koleksi 'Si Merah' tersebut bisa jadi terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir," kata Ni Fangliu, pakar arkeologi dari Nanjing, Provinsi Jiangsu.

 

Koleksi Zhou itu disebut `Si Merah` dengan merujuk beberapa artefak bersejarah. Di antaranya Buku Kecil Merah, lencana Mao, memorabilia, patung, dan poster yang menggambarkan perkembangan Republik Rakyat China dari 1949 hingga 1979.

 

Ni menyebutkan bahwa pasar lelang makin terkenal setelah meninggalnya generasi tua ternyata dapat menumbuhkan semangat bernostalgia rakyat China. (*)


+ 0
+ 0

INTERNASIONAL

KABAR KBRI

DIASPORA

FOTO

HARIANSUARA TV

United Kingdom Bookmaker CBETTING claim Coral Bonus from link.

SPORT