Menu

 

Anak Berbakat Tumpah Ruah di Pentas ChildAid Asia

 

 

hariansuara.com, Jakarta - Setelah berhasil menggelar pertunjukan musik bertajuk Konser Amal ChildAid Asia Indonesia pada 30 Juli 2016, Indonesia kembali dipercaya untuk melakukan hal yang sama pada tahun ini.

 

Tepatnya pada Sabtu, 23 September 2017, bertempat di Gedung Balai Sarbini, Jakarta Pusat, pentas musik anak-anak berbakat internasional tersebut di gelar.

 

Menurut koordinator Divisi Media Konser Amal ChildAid Asia 2017, Kak Nunuk, konser kali ini melibatkan 12 anak berbakat dari Indonesia dan 4 anak berbakat dari negara tetangga berkolaborasi dengan menghasilkan pertunjukan musik dan tarik spektakuler.

 

“Tontonan menarik bagi keluarga. Bukan hanya untuk anak-anak. Usia mereka di bawah 19 tahun, memiliki talenta yang luar biasa,” kata Nunuk dalam konser Amal childAid Asia 2017.

 

Diantara anak-anak berbakat tersebut diantaranya yaitu Clarissa Tamara (Indonesia), pemegang rekor dunia  unyuk violinis dengan jari tercepat di dunia;  Kiho Shinomiya (Jepang), peraih Piano King No. 1 TV Programme, Kan Jenney Sorting 2015; Kenny Eliezer (Indonesia) juara 1st Prize Winner of Singapore Drum Off 2017 "Open Category"; Joshua Sim (Malaysia) juara Cello's Principal of Malaysia Youth Philharmonic Orchestra; kelompok tari anak2 Divers10n (Singapore).

 

“Indonesia memiliki banyak sekali bibit atau bakat terpendam di bidang seni. Cuma sayangnya, banyak pula yang belum mendapat kesempatan untuk belajar dan mengembangkan dirinya. Ini sangat disadari karena keterbatasan faktor ekonomi keluarga,” papar Kak Nunuk.

 

Lebih lanjut dikatakannya, melalui program ChildAid Asia setiap anak yang memiliki bakat potensi tersebut akan diberi kesempatan untuk berkembang. Sejauh ini pihaknya sudah banyak membantu puluhan anak yang kurang mampu secara ekonomi untuk mengembangkan bakatnya, dan ini akan semakin bertambah jumlahnya di kemudian hari.

 

“Program ini dimulai dari Singapore (2005), lalu Jepang (2008), Malaysia (2012) dan Indonesia (2016 dan 2017). Tahun depan giliran Filipina, mengingat pihak di negeri itu sedang mempersiapkan diri untuk bergabung,” jelas Kak Nunuk.

 

Ditambahkan, dana dari hasil konser amal dikelola oleh Yayasan Asa Sehati Indonesia, untuk diteruskan bagi pendidikan vokal rutin anak-anak panti yatim piatu YPU – Pulomas. Termasuk nanti akan digunakan untuk mensupport  mahasiswa yang kurang mampu perekojomiannya dari Universitas Negeri Jakarta dalam bidang seni.

 

“Melalui konser ini, selain untuk mensupport mereka (anak tak mampu tapi berbakat seni), kami juga ingin mensubsidi pendidikan seni ke area yang lebih luas lagi. Kami telah mensurvei beberapa universitas, dan menemukan mahasiswa yang dropout di jurusan Seni karena keterbatasan ekonomi,” ungkap dia.

 

Selain itu, program ChildAid Asia juga memiliki misi kebudayaan, yaitu sebagai wadah pertukaran pelaku seni muda antar negara. Dengan begitu diharapkan Konser Amal ChildAid Asia akan menjadi sebuah showcase seni taraf internasional dengan standar yang tinggi.

 

“Tentunya adalah kebanggaan bagi Indonesia ketika anak bangsanya bisa mengambil bagian di ranah internasional, serta berperan aktif dalam kehidupan bersosial,” pungkas Kak Nunuk.


BERITA TERKAIT

FOTO

HARIANSUARA TV

United Kingdom Bookmaker CBETTING claim Coral Bonus from link.

SPORT