Menu

Jakarta Fashion Week 2018 Mengusung Bhinneka dan Berkarya

  • Editor Harry Prasetyo
  • Kategori: Beauty

 

 

 

hariansuara.com, Jakarta  - Jakarta Fashion Week  tahun ini mengusung tema “Bhinneka dan Berkarya”.  

 

“Kami ingin menghadirkan kebhinnekaan di panggung tahun ini, tidak hanya dalam hal karya, namun juga inspirasi.,” kata Lenni Tedja, Direktur Jakarta Fashion Week. “Dengan adanya bermacam-macam desainer dan talent yang mengisi Jakarta Fashion Week, diharapkan saling memacu kreativitas para stakeholder. Nantinya bisa jadi menghasilkan karya, kolaborasi, bahkan mungkin para partner juga bisa menarik inspirasi untuk produk-produk mereka.”

 

Seperti tahun-tahun sebelumnya, berbagai kolaborasi dijalin oleh Jakarta Fashion Week dengan para mitra internasional. Tak hanya dengan mitra di kawasan Asia Pasifik, melainkan telah meluas hingga ke Eropa. Lewat kemitraan-kemitraan tersebut, Jakarta Fashion Week menggelar aneka program pengembangan kapasitas desainer Indonesia, yang terbungkus dalam proyek Indonesia Fashion Forward, dan membawa mereka memasuki pasar internasional.

 

Dan tahun ini, kemitraan internasional Jakarta Fashion Week berhasil mengantarkan 8 desainer Indonesia Fashion Forward ke panggung 5 pekan mode dunia. Kolaborasi dengan British Council yang sudah terjalin selama ini lewat program residensi, misalnya, pada akhir Februari lalu, berhasil menampilkan Lekat di Hati atau LEKAT di ajang Fashion Scout AW17 dalam rangkaian London Fashion Week 2017. Tak hanya itu, kemitraan JFW dengan sejumlah organisasi dan institusi internasional yang lain juga mengantarkan 7 desainer IFF lagi ke 4 panggung pekan mode dunia berbeda selama bulan Maret 2017.

 

Ketujuh desainer Indonesia Fashion Forward itu adalah I.K.Y.K dan Peggy Hartanto di Virgin Australia Melbourne Fashion Festival 2017, Rani Hatta dan Bateeq di Amazon Fashion Week Tokyo 2017, serta Ria Miranda dan SOE Jakarta di Seoul Fashion KODE Fall/Winter 2017. Tak ketinggalan Novita Yunus yang tampil di Amazon India Fashion Week Autumn/Winter 2017, dan akan kembali tampil secara kolaboratif dengan Nisha, desainer usungan Fashion Design Council of India, serta berbagi panggung dengan desainer kontemporer Nitin Bal Chauhan asal India. Partner Jakarta Fashion Week dalam program Indonesia Fashion Forward, British Council, juga akan turut membawakan inspirasi dari negeri monarki tersebut, yaitu Derek Lawlor.

 

Sederet prestasi juga menghiasi deretan keberhasilan Indonesia Fashion Forward tahun ini. Misalnya, desainer TOTON yang berhasil menembus babak final internasional untuk International Woolmark Prize 2016 di Paris dengan kategori busana wanita. Tahun ini, Indonesia Fashion Forward kembali menjadi bagian dari jajaran nominasi kategori busana wanita tingkat regional Asia melalui karya apik Peggy Hartanto.

 

International Woolmark Prize memang sangat bergengsi. Alumninya termasuk di antaranya adalah Yves Saint Laurent dari Prancis dan Karl Lagerfeld dari Jerman. Dua tahun lalu, panggung Jakarta Fashion Week pun sempat menghadirkan salah satu pemenangnya, yaitu Rahul Mishra dari India. Untuk tahun ini, salah satu nominasi asal Australia selama dua tahun berturut-turut, yaitu Chris Ran Lin, akan ikut memeriahkan perayaan 10 tahun Jakarta Fashion Week.

 

Jakarta Fashion Week  2018 bakal dihelat 21-27 Oktober mendatang.

 

 


+ 0
+ 0

BERITA TERKAIT

Beauty

United Kingdom Bookmaker CBETTING claim Coral Bonus from link.

SPORT