Menu

Al Qur'an Berusia 8 Abad Di Kalabahi

  • Kategori: Wisata

Salah Satu Destinasi Wisata Di Kabupaten Alor. (Foto: Marzuki Tambe)

 

Kalau Anda berlibur ke Alor Besar, ada beberapa titik destinasi wisata yang bisa Anda kunjungi. Salah satunya Al Qur'an yang berusia lebih dari 8 abad.

 

Al Qur'an yang usianya diperkirakan 8 abad ini telah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Alor sebagai situs bersejarah dan dikembangkan menjadi objek wisata rohani.

 

Agama Islam diperkirakan masuk pada abad 14 hingga 16 Masehi ke Kabupaten Alor. Bersamaan dengan jayanya Kerajaan Islam di Ternate, Maluku dengan Sultan Babullah.

 

Dalam sebuah arsip, almarhum Bapak Saleh Panggo Gogo mengisahkan Islam masuk ke Alor dibawa oleh Iang Gogo bersama-sama dengan empat orang saudaranya. Yakni Iliyas Gogo, Djou Gogo, Boi Goho dan Kimalis Gogo. Merekalah yang membawa Al Qur'an tua tersebut.

 

Mereka mendarat di Pantai Bota, wilayah Kerajaan Bungabali. Perjalanan berbulan – bulan membuat mereka kekurangan bahan makanan dan air.

 

Iang Gogo yang memiliki kemampuan ilmu kanuragan, menggunakan tongkat kesaktiannya menusuk tanah. Dari sana memancar mata air, yang kemudian dinamakan Mata Air Banda. Atau dalam bahasa Alor disebut Vei Fanja.

 

Mata Air tersebut saat ini letaknya di Bota, Desa Alila Kecamatan Alor Barat Laut. Nama dari mata air tersebut kemudian diabadikan sebagai nama rumah tempat penyimpanan Al Qur'an yang dibawa lima bersaudara tersebut, yakni Rumah Fanja.

 

Melanjutkan perjalanannya, mereka bertemu Raja Kerajaan Bungabali, Raja Baololong I . Mereka membangun persaudaraan. Raja Baololong I mengizinkan mereka menyebarkan Islam di pusat Kerajaan Bungabali yaitu Alor Besar atau waktu itu disebut Bang Mate.

 

Iang Gogo menetap di Alor Besar, tempat dimana Al Qu`ran kulit kayu disimpan dan dipelihara dengan baik hingga saat ini.

 

Sedang Ilyas Gogo menetap di Tuabang, Djou Gogo di Baranusa, Boi Gogo di Pulau Adonara (Lamahala) Kabupaten Flores Timur. Dan Kimalis Gogo menetap di Kui (Lerabaing) Kecamatan Alor Barat Daya.

 

Al Qur'an kulit kayu oleh Iang Gogo diserahkan kepada Raja Baololong II, yang kemudian masuk Islam.

 

Al Qur'an tersebut berisikan ayat-ayat lengkap 30 juz, 114 surat dan 6666 ayat. Tempat penyimpanannya  di ruang khusus di Rumah Fanja. Terbungkus rapi dalam kotak kayu. Diperkirakan, Al Qur`an itu berasal dari Timur Tengah yang dibawa ke Sumatera, kemudian Jawa dan terakhir Ternate.


Menurut dosen Pasca Sarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Abdurrahim Yapono, Al Qur'an tersebut mirip dengan Al Qur'an yang tersimpan di Mesir. Lengkap gambar perahu layar yang dinamakan Tuma'ninah dengan tulisan bahasa Arab yang artinya berhenti.

 

Bahannya diperkirakan dari papirus, dengan bentuk kaligrafi dan warna tintanya juga tinta hitam dan merah.

 

Generasi ke-14 yang menjaga Al Qur'an tersebut, Nurdin Gogo mengatakan Al Qur'an tersebut diyakininya, dituliskan di Timur Tengah saat Nabi Muhammad masih hidup.

 

Dalam kebakaran Rumah Fanja pada 1982 lalu. Semua benda peninggalan leluhur hangus kecuali Al Qur`an tersebut.

 

Keluarga Gogo sangat percaya bahwa hanya keturunan Iang Gogo yang dapat menjaga Al Qur`an tersebut.

 

Rumah tempat penyimpanan Al Qur'an tersebut berjarak 30 Km dari Kota Kalabahi, ibu kota Kabupaten Alor.

 

Saat ini banyak wisatawan domestik dan mancanegara yang mulai berdatangan untuk melihat  Al Qur'an tua itu.

 

Jika kita berkunjung ke sana, kita harus berwudhu dulu sebelum menyentuh Al Qur'an tersebut. Perlu diketahui  Al Qur'an tersebut tidak pernah menggunakan pengawet apapun. Kondisinya bagus dan sama sekali tidak ada kerusakan.(Marzuki Temba)


+ 0
+ 0

FOTO

United Kingdom Bookmaker CBETTING claim Coral Bonus from link.

SPORT