Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Lifestyle

Ini Lho Latar Belakang Terciptanya Film Terbang: Menembus Langit

Entertainment
17 Apr 2018
Ini Lho Latar Belakang Terciptanya Film Terbang: Menembus Langit

hariansuara.com, Jakarta - Hidup memang sumber cerita yang tak pernah habis. Dalam film Terbang: Menembus Langit yang diangkat dari kisah nyata kehidupan seorang pemuda Tarakan, Onggy Hianata, hidup ini diceritakan  penuh dengan perjuangan. 

Orang pasti pernah mengalami berbagai kesulitan hidup, tak terkecuali tokoh Onggy yang diperankan oleh Dion Wiyoko. Berbagai masalah menimpa seolah tak henti yang menjatuhkannya sejak masa kanak-kanak hingga ia telah menikah dengan Candra yang diperankan Laura Basuki. Namun di tengah berbagai cobaan itu, mereka selalu bangkit, menjalani hidup yang juga selalu memberikan harapan.

“Cerita ini kami temukan dalam perjalanan saya dan Fajar di Kalimantan. Kami merasa bahwa ini adalah kisah dimana banyak orang bisa relate. Ketika kemiskinan dan sebagai minoritas seolah adalah tembok besar yang mengungkung dan membuat kita tidak bisa berbuat apa-apa dan seolah masa depan suram, ternyata semua bisa berubah kalau seseorang mempunyai tekad yang kuat. Saya rasa hal-hal itu banyak orang bisa relate tapi sekaligus bisa menjadi inspirasi. Oleh karenanya kami memutuskan untuk mengangkat kisah ini dalam film,” jelas Susanti Dewi selaku produser.

Pengambilan gambar film dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2017 lalu dilakukan di 3 (tiga) daerah yaitu Tarakan, Surabaya, dan Jakarta. Ketiga kota tersebut dipilih terkait dengan latar belakang cerita perjalanan hidup tokoh utama. Porsi terbesar lokasi pengambilan gambar dilakukan di Surabaya dan Tarakan.

Pengalaman shooting di dua kota tersebut sangat positif dan menyenangkan karena baik masyarakat maupun jajaran pejabat dari berbagai institusi yang terkait dengan kegiatan produksi film sangat membantu lancarnya pengambilan gambar. 

"Syuting film Terbang ini mempunyai keseruan dan tantangan yang unik, karena kedua setting yang menjadi lokasi syuting ini, belum pernah kami jajaki di produksi film DIP sebelumnya. Begitu pun dengan membuat setting tahun 70-an. Ini kali pertama buat kami. Saya ucapkan terima kasih kepada Pemkot dan Polrestabes Surabaya dan Pemkot serta Polres Tarakan yang telah menjadi tuan rumah lokasi film kami dengan baik," terang Susanti Dewi.

Sementara bagi Fajar selaku sutradara, ada hal yang menarik terkait dengan para pemain di film ini. Dengan porsi pengambilan gambar yang dilakukan tidak di Jakarta, maka talenta-talenta lokal menjadi hal yang penting dalam film ini. "Kami melakukan pencarian pemain-pemain lokal Tarakan dan Surabaya selama hampir tiga bulan. Dan seperti halnya kisah film ini, terkadang orang-orang di Indonesia hanya membutuhkan satu kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan bakat mereka," ungkap Fajar.

Film yang ditulis dan disutradarai oleh Fajar Nugros didukung oleh banyak bintang seperti Baim Wong, Delon Thamrin, Chew Kin Wah, Aline Adita, Melisa Karim, Dinda Hauw, Marcel Darwin, Dayu Wijanto, Indra Jegel, Fajar Nugra, Mamat Alkatiri, dan Erick Estrada. Rencana akan rilis di bioskop pada 19 April 2018. (*)

 

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU