Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Internasional

Guatemala Pindahkan Kedutaan ke Yerusalem Bulan Mei

Internasional
05 Mar 2018
Guatemala Pindahkan Kedutaan ke Yerusalem Bulan Mei

hariansuara.com, Jakarta - Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley mengucapkan terima kasih kepada Morales atas dukungannya terhadap isu Yerusalem, Guatemala akan mengikuti Amerika Serikat untuk memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem pada tanggal 16 Mei.

Presiden Jimmy Morales mengumumkan dalam sebuah pidato pada konvensi tahunan kelompok lobi pro-Israel AIPAC Minggu malam. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bertemu dengan Presiden Guatemala Jimmy Morales sebelumnya pada hari Minggu di Washington menjelang AIPAC.

"Terima kasih atas semua yang Anda lakukan, saya harap segera Anda akan memindahkan kedutaan Anda ke Yerusalem, kami berharap." Morales menjawab, "Merupakan sebuah kehormatan dan ini adalah hal yang benar untuk dilakukan."

Keputusan bulan Desember  Presiden Donald Trump  memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke kota Yerusalem yang disengketakan telah menimbulkan kecaman dengan para kritikus yang mengatakan bahwa hal itu merusak harapan akan perdamaian Timur Tengah yang dinegosiasikan.

Mahkamah Konstitusi Guatemala sebelumnya  menolak upaya pengacara untuk mencegah pemerintah memindahkan kedutaannya ke Israel ke Yerusalem. Lima hakim pengadilan tinggi menolak permintaan dari pengacara Marco Vinicio Mejia, yang mengajukan sebuah petisi yang diajukan pada bulan Januari bahwa tindakan kedutaan tersebut bertentangan dengan hukum internasional.

Presiden Guatemala Jimmy Morales bagaimanapun segera menyusul langkah Trump, membuat Guatemala menjadi negara pertama yang melakukannya.

Morales, yang membuat pengumuman di Facebook, mengatakan Guatemala adalah sebuah negara yang menganggap  "Israel adalah sekutu kami dan kami harus mendukungnya." 

Menteri Luar Negeri Guatemala Sandra Jovel mengatakan  telah menerima telepon dari Otoritas Palestina yang meminta agar Guatemala mempertimbangkan kembali sikap "memalukan". Namun, posisi negara tersebut, katanya, tidak dapat diubah lagi.(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU