Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Inspirasi

Hery Lutfiansyah 110 Kali Donor Darah untuk Kemanusiaan

Sosok
12 Dec 2017
Hery Lutfiansyah 110 Kali Donor Darah untuk Kemanusiaan

 hariansuara.com, Jakarta - Tanggal 18 November lalu merupakan kali ke-110 pengacara Hery Lutfiansyah mendonorkan darah untuk kemanusiaan.

“Alhamdulillah, sejak sekolah di SMA 6 Mahakam, Jakarta Selatan sampai kini, saya rutin dondar (donor darah—Red),” katanya kepada hariansuara.com. “Semula saya dondar adalah untuk menolong sesama dan menjaga badan tetap sehat. Tiada sama sekali niat untuk cari popularitas.”

Namun, setelah waktu berjalan, dilihatnya banyak teman, bahkan orang tuanya sendiri, yakni almarhum membutuhkan bantun (darah), barulah Hery mulai menyebarkan informasi akan pentingnya dondar, sekaligus mengajak orang lain ikut berdondar. “Semoga langkah yang saya tempuh ini meraih ridho-Nya.”

Berpuluh tahun melakukan dondar, Hery pun mendapatkan akses ke Palang Merah Indonesia untuk menyelenggarakan acara dondar sukarela pada 18 November lalu di lingkungan tempat tinggal orang tuanya di Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur. Acara ini sekaligus menandai tepat ke-110 kali ia menjadi pendonor darah.

“Di luar perkiraan PMI, tak kurang dari 89 orang pendonor darah. Para pemangku setempat, mulai dari pengurus RT, RW, Lurah dan Camat hadir. Juga mereka yang mengurusi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Ibu-ibu PKK,” ujar pria kelahiran 16 Januari 1962, yang kemudian mengusulkan acara dondar rutin dilakukan setiap tiga bulan. Alhamdulillah beroleh dukungan positif.

Pada 16 Desember 2017 Hery Luftifansyah bersama sejumlah pendonor darah yang telah 100 kali lebih menyumbangkan darahnya bagi kemanusiaan itu akan beroleh penghargaan dari Presiden RI Joko Widodo. Apakah kiatnya hingga tetap konsisten mendonorkan darahnya?

“Kiat saya sederhana saja, yaitu mengisi hidup yang singkat ini dengan melakukan amal kebajikan meski sekecil apa pun dengan ikhlas. Semuanya semata untuk mengharapkan ridho Allah SWT,” ujar pehobi bersilaturahmi, jalan pagi dan berburu kuliner itu dengan ramah.

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU