Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

Ini Isi Surat Terbuka SAFEnet ke Facebook

Nasional
16 Apr 2018
Ini Isi Surat Terbuka SAFEnet ke Facebook

hariansuara.com, Jakarta - Southeast Asia Freeedom of Expression Network  (SAFEnet) memberikan pandangannya melalui surat terbuka terkait soal  penyalahgunaan data Facebook oleh pihak ketiga yaitu konsultan politik Cambridge Analytica. 

Seperti diketahui, data 1.096.666 pengguna aplikasi ini dari Indonesia dan 1.175.870 data pengguna dari Filipina termasuk yang digunakan untuk kepentingan politik kubu Donald Trump pada pemilihan umum di Amerika Serikat. 

Safenet mengikuti informasi terkait peran Facebook menjadi penyebaran informasi yang membakar kebencian terhadap etnis minoritas Rohingya di Myanmar sehingga mengakibatkan 6.700 orang terbunuh dan 645.000 orang mengungsi ke Bangladesh. 

Bagi warga Indonesia, Facebook telah menjadi media bagi warga untuk berbagi, tidak hanya hal-hal personal, tetapi juga menjadi ruang diskusi terbuka dan menyehatkan. Dengan lebih dari 140 juta pengguna internet di Indonesia hingga Januari 2018, tidak memungkiri bahwa Facebook telah menjadi media bagi masyarakat agar bisa secara partisipatif terlibat dalam proses mewujudkan demokrasi yang lebih baik di negara kami.

Meskipun demikian, Safenet  tidak menutup mata bahwa sama seperti di Myanmar, Facebook di Indonesia juga menjadi tempat favorit tersebarnya informasi-informasi palsu dan ujaran kebencian sehingga memberi ruang juga bagi ancaman-ancaman demokrasi.

Mempertimbangkan situasi-situasi terkini, Safenet dikutip hariansuara.com dari lamannya, meminta Mark Zuckerberg  sebagai CEO Facebook agar melaksanakan tiga hal berikut ini.

1.Facebook harus menjamin keamanan data-data pribadi pengguna dan tidak memberikannya kepada pihak ketiga untuk mencegah penyalahgunaan yang bisa berujung pada keuntungan politik dan ekonomi pihak tertentu.

2.Facebook harus segera melakukan audit terkait penggunaan data pribadi oleh pihak ketiga, sebagaimana terjadi oleh Cambridge Analytica dan aplikasi sejenis lainnya, dan melaporkan hasil audit tersebut secara terbuka kepada publik.

3.Facebook harus menerapkan mekanisme perlindungan data lebih ketat agar Facebook tidak menjadi ruang untuk menyebarkan kebencian maupun merampas hak asasi manusia lain (persekusi).(*)

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU