Login

Username / Email :
Password :
Forgot Password Sign Up
Belum memiliki akun? Daftar Sekarang!
Close [x]
Nasional

FSGI: Banyak Siswa Keluhkan Soal Matematika UNBK SMA Yang Sulit

Nasional
16 Apr 2018
FSGI: Banyak Siswa Keluhkan Soal Matematika UNBK SMA Yang Sulit

hariansuara.com, Jakarta - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI)  mencatat di hari kedua sampai keempat UNBK SMA ada sejumlah  laporan keluhan terhadap soal Matematika yang dirasakan sangat sukar oleh siswa. Soal Matematika di UNBK 2018 jauh berbeda dari soal Try Out yang selama ini telah dipelajari siswa. 

Para siswa tak hanya yang di daerah, bahkan juga di Jakarta mengeluhkan bentuk soal yang dibuat pemerintah (BSNP). Keluhan dan laporan atas sulitnya soal Matematika ini juga disampaikan oleh siswa di laman komentar akun resmi Kemdikbud di media sosial Instagram dan telah tersebar di Twitter dan Facebook.

Slamet Maryanto Pengurus FSGI Jakarta mengatakan keluhan soal Matematika terutama Matematika IPS tersebut adalah terkait dengan Jumlah dan cakupan materi tidak sesuai kisi-kisi, tidak sesuai dengan cakupan materi di simulasi UN dan uji coba UN, tidak sesuai kaidah penyusunan soal yang baik (option jawaban diurutkan dari kecil ke besar atau sebaliknya. Soal Trigonometri banyak keluar 6 soal padahal di kisi-kisi hanya 2 soal, dan soal isian singkat banyak soal yang tidak sama, ada yang 4, ada yang 5, ada yang 3. 

Selain masalah soal Matematika, juga ada aduan kecacatan soal, seperti soal Biologi yang jawabannya tidak sesuai dengan soal, begitu juga untuk soal Kimia. Untuk UNBK Bahasa Arab, ada beberapa siswa yang soalnya hanya keluar 41 dari 50 soal. Oleh karena itu Federasi Serikat Guru Indonesia merekomendasikan.

1. Jika pemerintan ingin UNBK di seluruh sekolah, maka harus menyiapkan fasilitas pendukung, sarana, komputer secara maksimal. Jangan bebankan penyediaan fasilitas tersebut kepada sekolah atau orang tua.

2. Jangan terkesan terlalu memaksakan UNBK di seluruh sekolah secara nasional. Karena wilayah Indonesia yang luas dan beragam. Ada daerah 3T (terluar, tertinggal dan terdepan) yang infrastruktur, sarana, fasilitas pendidikannya belum selengkap di kota besar. Ini dulu yang mesti dibenahi. Kalau fasilitas dan segala macama sarana di sekolah sudah dipenuhi (khususnya yang berbasis TIK) maka barulah dilaksanakan UNBK secara bertahap.

3. Waktu setahun ke depan harus diorientasikan kepada pembenahan masalah di atas, termasuk pelatihan bagi calon proktor-teknisi agar lebih terampil. Kendala-kendala teknis tersebut segera dibenahi, apalagi minggu depan para siswa SMP/MTs akan menghadapi UNBK. Jangan sampai masalah teknis ini terus saja berulang.

4. Soal harus benar-benar sesuai try out dan kisi-kisi yang disampaikan jauh-jauh hari sebelum UNBK. Sehingga siswa tidak dibebani dua kali. Belajar sungguh-sungguh di try out tapi soalnya tak sesuai dengan yang dipelajari selama try out.(*)           

TANGGAPAN ANDA MENGENAI BERITA INI

Senang

0

Tidak Peduli

0

Marah

0

Sedih

0

Takjub

0

Lakukan login terlebih dahulu untuk menambah komentar dan voting

KOMENTAR TERBARU